Minggu, 17 November 2019

Jenis Jenis Kapal Perang

Kapal perang adalah kapal yang digunakan untuk kepentingan militer atau angkatan bersenjata. Umumnya terbagi atas kapal induk, kapal kombatan, kapal patroli, kapal angkut, kapal selam dan kapal pendukung yang digunakan angkatan laut seperti kapal tanker dan kapal tender. Di beberapa negara yang memiliki lautan yang membeku pada musim tertentu seperti Rusia dan Finlandia misalnya, kapal pemecah es juga digunakan.

Kapal perang merupakan salah satu alutsista setiap negara yang dipersiapkan utamanya untuk pertahanan, kapal perang dilengkapi dengan senjata, dari mulai senjata kecil, besar, hingga peluru kendali dan radar serta berbagai kecanggihan lainnya seiring perkembangan zaman, bahkan beberapa kapal perang memiliki atau membawa sebuah senjata rudal berhulu ledak nuklir, selain itu kapal perang juga ada yang ditenagai oleh nuklir untuk penggerak mesinnya, bahkan untuk kapal selam bertenaga nuklir dapat bertahan bertahun-tahun dibawah permukaan air tanpa harus naik kepermukaan selama kebutuhan awaknya masih tercukupi. Kapal perang sendiri sudah banyak yang memiliki kecanggihan“stealth” atau bisa tidak terdeteksi oleh radar, kapal ini biasa disebut kapal siluman.

Selain membawa berbagai senjata, kapal perang juga dapat membawa kendaraan tempur (tank, helikopter dll) ataupun pesawat tempur, seperti kapal induk dan kapal jenis LPD.

Untuk lebih jelas mengenai kapal perang, berikut adalah jenis-jenis kapal perang :

1. Kapal Fregat

Fregat atau pergata adalah suatu nama yang digunakan bagi berbagai jenis kapal perang pada beberapa masa yang berbeda. Istilah ini merujuk pada beberapa peran dan ukuran kapal yang berbeda.

Pada zaman kapal layar masih digunakan, fregat diciptakan sebagai kapal untuk melakukan tugas-tugas pengawalan armada dagang. Seperti kita ketahui pada zaman itu orang-orang Eropa sedang giat melakukan penjelajahan samudera untuk mencari daerah penghasil rempah-rempah. Dalam pelayaran tersebut sering dijumpai gangguan, baik dari perompak maupun dari armada militer negara musuh. Untuk itu diciptakan sebuah kapal yang mampu melakukan pelayaran jarak jauh, namun juga dapat mempertahankan diri dari serangan musuh. Pada zaman itu kapal jenis fregat biasanya dilengkapi dengan meriam disetiap sisi, haluan, dan buritan.

Kapal fregat muncul ketika negara-negara maritim seperti Spanyol, Belanda, Inggris, Portugal memerlukan kapal-kapal perang yang lebih lincah, lebih gesit dan lebih ringan dibandingkan dengan galleon. Hal ini diperlukan untuk menjaga atau patroli di wilayah jajahan sekaligus untuk menjaga kehadirannya di perairan dengan jumlah kapal yang lebih banyak. Untuk itu pada abad ke-17 hadirlah kapal-kapal fregat atau frigatte. Pada abad ke 18 dan 19 frigatte kemudian dimodifikasi dan ditambahkan tempat komando yang kemudian ditambahkan pada kapal galleon.

Kapal fregat memiliki ukuran lebih kecil daripada galleon namun memiliki tiga tiang layar. Perkembangan taktik dari pertempuran laut, yaitu barisan tempur formasi lurus atau line of battle membuat jenis kapal ini dimodifikasi dan memunculkan varian kapal yang baru disebut kapal tempur utama atau ship of the line. Berbeda dengan kapal fregat, kapal tempur utama ini cenderung hanya digunakan bila ada pertempuran laut skala besar, misal Pertempuran Trafalgar dimana suatu kapal tempur utama bisa membawa hingga 100 meriam.

Saat ini, fregat adalah salah satu jenis kapal kombatan yang digunakan untuk patroli samudera, serta pengawalan armada dagang dan tangker di daerah rawan.

Kapal fregat modern biasanya dilengkapi dengan meriam serba guna, torpedo, rudal dari permukaan ke permukaan, dan rudal dari permukaan ke udara. Secara spesifik fregat dibagi dalam beberapa fungsi, ada spesialis antikapal selam, antikapal permukaan, patroli,dan pertahanan udara. Sistem senjata dan elektronika yang ada di setiap fregat disesuaikan dengan tugas spesifik tersebut.

2. Kapal Induk

Kapal induk (Carrier Vessel, CV) adalah sebutan untuk kapal perang yang memuat pesawat tempur dalam jumlah besar. Tugasnya adalah memindahkan kekuatan udara ke dalam armada angkatan laut sebagai pendukung operasi-operasi angkatan laut. Selain itu juga digunakan sebagai pusat komando operasi dan sebagai kekuatan detterence atau memberikan efek gentar pada lawan.

Sebagai kapal yang membawa pesawat, kapal induk memiliki fleksibilitas tempur yang lebih tinggi dibanding jenis kapal perang lainnya. Selain kegunaan tempur, kapal induk juga memiliki fungsi-fungsi lain seperti pengintaian, superioritas udara, atau memberikan bantuan.

3. Kapal Jelajah Tempur

Kapal jelajah tempur (Battle Cruiser; Jerman: Schlachtkreuzer) adalah jenis kapal tempur yang dari ukuran besar dan persenjataan dapat dibandingkan dengan kapal perang dan dari ukuran kecepatan dapat di bandingkan dengan kapal penjelajah. Kedua keunggulan ini harus dibayar dengan penggunaan lapisan baja lebih tipis atau persenjataan dengan daya tembak yang lebih lemah.

Setelah Perang Dunia II, hanya kapal penjelajah nuklir kelas Kirov dari Uni Sovyet yang digolongkan sebagai kapal jelajah tempur.

4. Kapal Korvet

Korvet merupakan jenis kapal perang yang lebih kecil dari fregat dan lebih besar dari kapal patroli pantai, walaupun banyak desain terbaru yang menyamai fregat dalam ukuran dan tugas. Biasanya dimasukan kategori sebagai kapal patroli yang mampu melakukan operasi sergap dan serbu secara mandiri. Istilah korvet sendiri diperkenalkan oleh Angkatan Laut Perancis pada abad ke-17 untuk menyebut suatu kapal kecil (biasanya membawa 20 meriam) yang digunakan untuk melindungi kapal dagang dan patroli lepas pantai. Angkatan Laut Inggris kemudian juga mengadopsi istilah ini pada abad ke-19.

Desain kapal korvet yang umum digunakan hingga saat ini merupakan hasil pengembangan dari kapal penangkap ikan paus (whale chatcher). Kapal ini merupakan jawaban akan kapal perusak/destroyer atau kapal penghancur kapal torpedo (torpedo boat destroyer) yang berukuran lebih besar. Dimana Angkatan Laut Inggris memerlukan kapal kecil dan gesit dengan tugas melindungi kapal-kapal dagangnya. Kapal korvet sendiri memiliki fungsi yang serupa dengan kapal perusak, tetapi berukuran lebih kecil.

Kapal korvet, selain kapal fregat adalah kapal yang menjadi primadona bagi Angkatan Laut di berbagai negara, mengingat kemampuannya yang cukup tinggi. Kapal Korvet selain menyandang persenjataan yang cukup modern dan dilengkapi dengan rudal sehingga cukup mematikan bila berhadapan dengan kapal-kapal perang yang lainnya. Desain kapal korvet yang terbaru juga mampu mengangkut helikopter. Begitupun harganya cukup terjangkau oleh banyak negara.

5. Landing Platform Dock

Sebuah Landing Platform Dock atau LPD (juga dikenal sebagai Amphibious Transport Dock) adalah sebuah kapal perang amfibi yang meluncurkan, membawa dan mendaratkan elemen kekuatan darat untuk misi-misi perang gerak cepat. Kapal-kapal ini umumnya dirancang untuk membawa pasukan ke zona pertempuran lewat laut dan memiliki kemampuan membawa kekuatan udara terbatas (biasanya helikopter).




6. Kapal Perusak

Kapal perusak atau destroyer merupakan kapal perang yang mampu bergerak cepat serta lincah bermanuver. Fungsi kapal perusak adalah memproteksi armada kapal perang yang berukuran lebih besar seperti kapal induk (carrier) atau capital warship {kapal tempur (battleship) atau kapal penjelajah (cruiser)} dari ancaman serangan peralatan perang yang lebih kecil seperti kapal terpedo, kapal selam atau pesawat terbang.

Sebelum Perang Dunia II, kapal perusak merupakan kapal perang ringan yang tidak memiliki ketahanan untuk beroperasi di laut lepas, sehingga harus beroperasi secara berkelompok; selama dan setelah perang; kapal perusak menjadi kapal yang mandiri dan tonasenya serta perannya semakin bertambah, terutama ketika cruiser menjadi sangat berperan pada tahun 1950 and 60-an.

Pada awal abad ke-21, kapal perusak menjadi kapal perang permukaan terberat dengan fungsi yang sangat umum, hanya empat negara (Amerika Serikat, Rusia, Perancis dan Peru) yang mengoperasikan cruiser (kapal yang lebih besar) dan tidak ada lagi negara yang mengoperasikan battleship. Kapal perusak modern memiliki tonase yang hampir sama dengan cruiser masa Perang Dunia II, tetapi secara persenjataan sudah sangat superior bahkan mampu mengangkut misil nuklir yang mampu menghancurkan sebuah kota dalam waktu singkat.

7. Kapal Perusak Berpeluru Kendali

Kapal perusak berpeluru kendali adalah sejenis kapal perusak yang dirancang dapat meluncurkan peluru kendali. Beberapa jenis lainnya dilengkapi juga dengan senjata anti kapal selam, anti pesawat terbang dan anti kapal. Di Angkatan Laut Amerika Serikat, kapal dari jenis ini memiliki kode DDG.

Kapal perusak berpeluru kendali dilengkapi dengan dua buah sistem peluncur peluru kendali, umumnya Sistem Peluncur Vertikal. Beberapa kapal perusak memiliki sistem radar canggih seperti sistem perang Aegis.

8. Kapal Siluman

Kapal Siluman (Stealth ship) adalah kapal yang tidak kasat radar atau tidak tertangkap radar, kalaupun tertangkap biasanya citra yang ditampilkan pada layar radar mirip kapal nelayan atau objek yang tidak membahayakan. Rancang bangun kapal ini adalah memodifikasi kapal perang biasa dan umumnya digunakan oleh militer dengan menyembunyikan tonjolan atau bangun kapal yang dianggap dapat memperbesar citra radar (RCS/Radar Cross Section) seperti bentuk dan dudukan serta letak meriam, mengurangi tiang-tiang kapal, menyembunyikan peluncur rudal sampai menggunakan bahan antiradar (RAM/Radar Anti Material).

Saat ini kapal model seperti itu dapat dijumpai pada kapal Fregat kelas La Fayyete (Perancis) dan masih dalam penelitian serta riset untuk membentuk kapal perang dimasa datang

9. Kapal Tempur

Kapal tempur adalah kapal perang besar berzirah dengan baterai utama yang terdiri atas meriam berkaliber besar. Kapal tempur lebih besar, dengan persenjataan dan pelindung yang lebih baik, daripada kapal penjelajah maupun kapal perusak. Sebagai kapal bersenjata terbesar dalam suatu armada, kapal tempur digunakan sebagai pemegang komando laut dan melambangkan puncak kekuatan laut suatu bangsa sejak sekitar tahun 1875 hingga Perang Dunia II. Dengan bangkitnya kekuatan udara, peluru kendali, dan bom kendali, meriam besar tak lagi dianggap perlu untuk memiliki keunggulan kekuatan laut dan aibatnya kapal tempur pun tak lagi digunakan.

Rancangan kapal tempur berkembang untuk memasukkan dan menyerap kemajuan teknologi untuk menjaga keunggulan. Kata "kapal tempur" dalam bahasa Inggris, yakni battleship, diciptakan sekitar tahun 1794 dan merupakan kependekan dari frasa kapal tempur baris, yang merupakan kapal perang dominan selama Zaman Pelayaran. Istilah ini digunakan secara resmi pada akhir 1880-an untuk menyebut kapal perang berzirah besi, yang kini oleh para sejarawan disebut sebagai kapal tempur pra-dreadnought . Pada tahun 1906, pembuatan HMS Dreadnought menunjukkan revolusi dalam rancangan kapal tempur. Rancangan kapal tempur sesudahnya, yang dipengaruhi oleh HMS Dreadnought, disebut kapal "dreadnought".

Kapal tempur adalah lambang dominasi kekuatan laut dan keperkasaan nasional, dan selama berpuluh-puluh tahun kapal tempur menjadi faktor penting baik dalam diplomasi dan strategi militer. Persaingan senjata global dalam pembangunan kapal tempur yang dimulai pada akhir abad ke-19, dan diperburuk oleh Dreadnought, menjadi salah satu penyebab Perang Dunia I, yang menunjukkan bentrokan armada-armada laut besar pada Pertempuran Jutland. Perjanjian Angkatan Laut pada tahun 1920-an dan 1930-an membatasi jumlah kapal perang namun tidak mengakhiri perkembangan rancangannya. Baik Sekutu maupun Poros mengerahkan kapal tempur dengan konstruksi lama maupun baru pada Perang Dunia II.

Nilai guna kapal tempur sering dipertanyakan, bahkan selama masa keunggulannya. Terlepas dari banyaknya sumber daya yang dihabiskan untuk kapal tempur, hanya ada sedikit bentrokan antar kapal tempur. Bahkan dengan kekuatan tembakan dan perlindungan yang luar biasa, kapal tempur semakin lama semakin rawan terhadap serangan senjata dan kendaraan tempur yang lebih kecil dan murah: pada awalnya torpedo dan ranjau laut, dan kemudian pesawat tempur dan peluru kendali. Semakin banyaknya bentrokan laut berujung pada kapal induk menggantikan kapal tempur sebagai kapal utama selama Perang Dunia II, dengan kapal tempur terakhir yang diluncurkan adalah HMS Vanguard pada tahun 1944. Kapal tempur digunakan kembali oleh Amerika Serikat dalam Perang Dingin hanya untuk tujuan pendukung serangan. Kapal tempur terakhir Amerika Serikat, yaitu USS Wisconsin dan USS Missouri, dinonaktifkan pada tahun 1991 dan 1992, dan pada akhirnya dikeluarkan dari Naval Vessel Register Amerika Serikat pada tahun 2006 dan 1995.

10. Kapal Penyapu Ranjau

Kapal penyapu ranjau adalah kapal perang laut kecil yang dirancang untuk melawan ancaman yang ditimbulkan oleh ranjau laut. Kapal penyapu ranjau umumnya mendeteksi kemudian menetralisir ranjau sebelum kegiatan operasi laut lainnya. Kapal penyapu ranjau dengan tujuan dan tugas khususnya mulai dibangun pertama kali selama Perang Dunia I, yaitu dengan munculnya kapal penyapu ranjau kelas Bunga (Flower-class minesweeping sloop).




11. Kapal Jelajah Pesawat Terbang

Kapal jelajah (cruiser) pesawat terbang atau cruiser-carrier tahun 1930-an awalnya merupakan konsep eksperimental menciptakan kapal perang all-around, mencoba untuk menggabungkan semua fitur yang baik dari kapal induk dan kapal penjelajah berat. Para penjelajah pesawat awal biasanya dipersenjatai dengan artileri yang relatif berat ,tambang dan sejumlah pesawat dilengkapi dengan pelampung (membuat kapal jenis amfibi).

Desain kapal pesawat penjelajah awal ternyata berhasil. Pesatnya perkembangan pesawat angkatan laut pada 1930-an yang cepat dan mereka membangun kembali misalnya sebagai kapal penjelajah anti-pesawat.

Sebuah turunan yang lebih modern dari kapal penjelajah pesawat adalah cruiser helikopter. Kapal induk kelas Invincible dari Royal Navy juga dapat dipertimbangkan; mereka awalnya digolongkan sebagai kapal penjelajah karena peran aslinya sebagai komando dan kontrol platform serta kapal ASW, mengambil peran-peran dari "Tiger" konversi kelas cruiser RN.

Di Angkatan Laut Rusia, "Aviation Cruiser" adalah sebutan untuk kelas Kiev dan kelas kapal Kuznetsov. Mereka adalah persilangan antara cruiser dan kapal induk dan dibagi dalam dua kelas, kapal penjelajah penerbangan dan kapal penjelajah penerbangan berat.

12. Kapal Jelajah Kelas Sverdlov

Kapal penjelajah kelas Sverdlov, designasi Soviet Proyek 68B adalah kapal penjelajah konvensional terakhir yang dibuat untuk angkatan laut Uni Soviet. Sebanyak 13 kapal selesai dibuat sebelum Nikita Khrushchev menghentikan program tersebut karena menganggap kapal-kapal tersebut sudah ketinggalan sehubungan dengan tidak adanya kemampuan meluncurkan peluru kendali.


13. Kapal Cepat Rudal

Kapal cepat rudal merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat pula.

Kapal ini biasanya memiliki panjang 40-60 meter dan dilengkapi peluru kendali serta memiliki kecepatan bermanuver yang cukup cepat.


14. Kapal Selam

Kapal selam adalah kapal yang bergerak di bawah permukaan air, umumnya digunakan untuk tujuan dan kepentingan militer. Sebagian besar Angkatan Laut memiliki dan mengoperasikan kapal selam sekalipun jumlah dan populasinya masing-masing negara berbeda. Selain digunakan untuk kepentingan militer, kapal selam juga digunakan untuk ilmu pengetahuan laut dan air tawar dan untuk bertugas di kedalaman yang tidak sesuai untuk penyelam manusia.

Kapal selam militer digunakan untuk kepentingan perang atau patroli laut suatu negara, berdasarkan jenisnya setiap kapal selam militer selalu dilengkapi dengan senjata seperti meriam kanon, torpedo, rudal penjelajah / anti pesawat dan anti kapal permukaan, serta rudal balistik antar benua.

Sumber : Wikipedia

Selasa, 15 Januari 2019

Masih Berlanjut


Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh…

Sebelum membaca lebih lanjut, saya ingin memberi tahu bahwa cerita ini benar adanya dan sedikit fiktif oke.., dan mungkin agak menginspirasi… hehehe…
Kisah ini berawal dari apa yg kurasakan selama ini.. baik dalam pertemanan, keluarga , dan banyak hal lagi, banyak hal baik itu bahagia maupun sedih.. disini saya ingin memasukan kedua duanya..

                Perkenalkan Nama saya Hidayatul Mukhlisin sebenarnya saya ingin sekali dipanggil Dayat.., namun… malah lebih banyak yg suka memanggil saya “ KHLIS “ dari nama belakang ku yaitu Mukhlisin. Kisah ini diawali dengan masuknya saya kesebuah lembaga pendidikan.. ya!! Saya baru masuk SMP namun.. bukan SMP mungkin tingkatannya sama, Tapi lebih menonjol ke Agama…, Yup.. yaitu MTS.
                Saya masuk ke lembaga pendidikan MTS YAPIS AL-OESMANIYYAH yg terletak di Tj. Priok yang menurut Warga sekitar seperti bengkel Akhlak.. karena anak anak yg otaknya sengklek begitu masuk situ bisa minimal mengaji atau hafal jus 30.. kalian tahu lah bagaimana PRIOK itu..  ya… begitu saya masuk kelas saja rasa atmosfernya berbeda dengan yg di daerah rumah saya… ( Maklum Anak MAMA yang terlalu bergantung )
                Awalnya sebelum masuk MTS YAPIS AL-OESMANIYYAH saya mendaftar di beberasa SMPN didekat rumah saya.., namun selalu ditendang (didiskualifikasi) karena NEM yg kecil kisaran 19 kalau tidak salah… ada sih harapan terakhir namun ujung ujungnya saya didiskualifikasi.. padahal dulu NEM 19 itu masih bisa masuk SMPN didaerah rumah saya.., Alhasil saya baper dirumah.. tak percaya diri.. bisa bisanya saya tidak masuk ke SEKOLAH NEGRI!!
                Saya       : “Ma… Gimana nih.. masa aku gk diterima….”*muka melas
                Mama   : ”Ya.. mau bagaimana lagi… namanya juga didiskualifikasi..”
                Saya       : “Terus gimana dong… masa iya gak sekolah..”*Baper
                Mama   : “Yaudah.. mama mau coba bisa ngak masuk Yayasan ****** tapi ya.. gitu ribet kalau berangkat.. musti jalan dulu ke pademangan timur baru naek angkot abis itu jalan kaki lagi”
                Saya       : “Hadeuh… Ada lagi ngak ma.. “


Tiba tiba bapak saya ngomong..
                Bapak    : “ Klis !! kenapa gak bareng anak temen bapa aja.. di PRIOK “
                Saya       : “ Priok ?? dimananya?? “
                Bapak    : “Nih Liat aja brousurnya.. Bapak dapet dari temen bapak… “ *ngasih brosur
                Saya       : “Hmm… Tp kan Aku gak tau jalannya “
                Bapak    : “Yaudah Bsk kita kesana “
                Saya       : “ Oke..”
Besoknya.., Tepatnya Minggu terakhir libur akhirnya saya datang ke MTS Yapis tadiya saya berharap banyak karena di brousur ada foto bangunan 5 lantai dan masjid megah.. tapi.. begitu sampai
                Saya       : (didalem hati) “ lah kok gini.. masjid sama sekolah nyatu… malah nyatu gini..”
                Bapak    : “gimana klis.. baguskan?? “
                Saya       : “Biasa Aja Sih… “
                Bapak    : “Ye… jangan liat luarnya…liat dalemnya…juga….”
Eh… Setelah naik ke Lantai 2 Tepatnya tempat MTS kek gitu… Emang sih Full AC tapi gk gini juga... dalem kelasnya agak berantakan besar ruangannya berbeda beda.
                Saya       : (didalem hati )“dih… gini… dalemnya juga biasa Aja.. “
                Bapak    : “gimana bagus kan.. tuh liat ada Full ACnya juga “
Tiba tiba dating guru yang kebetulan sedang jaga.., jaga kalau ada Orang tua yg mau daftar..
                Guru      : “ Permisi pak.. ada yg bisa saya bantu ?? “
                Bapak    : “ Oh.. iya bu.. saya mau liat liat sekolah ini.. sekalian biar anak saya tahu jalan pergi  pulang “
                Guru      : “ Oh… gitu.. kenapa gak langsung aja daftar.. kan bentar lagi udah mulai masuk sekolah kan??”
                Bapak    : “ Iyasih… “*Sambil di tuntun liat liat dan berakhir di meja pendaftaran
                Guru      : “ini anak bapak ya ??”
                Bapak    : “iya nih.., dia daftar sekolah negri tapi gk diterima mulu” *ngasih tau kegagalan saya
                Saya       : “ Apaan sih.. bapak nih… “*Auto Baper..
                Guru      : “ Tenang aja dek… disini bagus kok tiap pagi sebelum masuk sekolah kita TADARUS QUR’AN bareng bareng disini.. terus sehabis tadarus di ajarin pidato bahkan ada akidah akhlaknya“
                Bapak    : “ Wow… gitu ya bu… bagus nih… daftar aja ya klis.. “
                Saya       : “ Kan kita belom nyoba yg satunya lagi.. pak… “ *Risih..
                Bapak    : “ gpp klis… kamu disini di ajarin AL-QUR’AN sama pidato “
                Saya       : “ tapi kan.. pak… “
                Bapak    : “dah.. daftar aja… siapa tau kamu lebih minat ke sini “
                Saya       : (dengan wajah yg agak rishi) “iya iya…”
Setalah daftar dan bayar biaya pendaftaran… kamipun diberi tahu seragam saat baru masuk pakai apa aja.., dan akhirnya kami pulang…
                Eh… gak taunya… saya beneran Masuk MTS YAPIS.. karena Cuma itu harapan yg tersisa.., apa boleh buat..

“Bersambung”

Sebelum tutup di akhir cerita yg ini.. saya ingin bilang…
-       mungkin apa yg kita lihat saat ini jelek tapi sebenarnya bagus untuk kita
-          terkadang pilihan orang tua memang yang terbaik.. dikarenakan Orang tua ingin yang terbaik bagi anak anaknya

Selasa, 21 Februari 2017

5 Kapal Perang Terbaik Semasa Perang Dunia Ke 2



5. Scharnhorst
Kapal perang Jerman ini memainkan peran cukup vital dalam kampanye Third Reich di lautan lautan sekitar Inggris pada awal PD II.
Dengan bobot 32.600 ton, Scharnhorst yang mulai beroperasi pada 1939 dipersenjai dengan sembilan meriam masing-masing berukuran 28 sentimeter. Kapal perang ini digunakan sebagai senjata utama, yang menjadi andalan angkatan laut Jerman dalam menghadapi angkatan laut Inggris.
Selama PD II Scharnhorst dan saudarinya Gneisenau menebar teror pada kapal-kapal dagang Inggris dan menenggelamkan beberapa kapal perang angkatan laut kerajaan, di antaranya kapal induk HMS Glorious dalam pertempuran di perairan Norwegia.
Kiprah Scharnhorst akhirnya selesai pada 1943. Ketika dia disergap dan ditenggelamkan oleh HMS Duke of York yang didukung beberapa kapal perusak dan cruiser dalam Battle of North Cape, Norwegia.
4. Kongou
Kongou adalah kapal perang agkatan laut Jepang yang mulai beroperasi sejak 1911 dan ikut ambil bagian dalam PD I meski tidak banyak terlibat dalam operasi laut. Pada 1935, kapal tipe battlecruiser ini dirombak besar-besaran dan mendapatkan beberapa perlengkapan dalam persenjataan dan kecepatan yang menjadikannya sebagai fast battleship.
3. HMS King George V
HMS King George V yang mulai dioperasikan pada 1940 adalah kapal pertama dari lima kapal di kelasnya, yaitu HMS Prince of Wales, HMS Duke of York, HMS Howe, dan HMS Anson. Kapal berbobot 42.923 ton ini paling dikenal dengan pertempurannya dengan kapal perang Jerman, Bismarck dan menyebabkan kerusakan yang berujung pada tenggelamnya kapal kebanggaan Nazi itu.
Selain menenggelamkan Bismarck, HMS King George V juga terlibat dalam sejumlah operasi maritim dengan angkatan laut kerajaan Inggris di Atlantik dan Pasifik.
Bersama dengan HMS Howe, HMS King George V ikut serta dalam operasi Husky di Gibraltar dan Avalanche pada 1943, sebelum ditugaskan ke pasifik sebagai bagian dari Gugus Tugas 57. Kedua kapal ini ikut serta dalam serangan ke Pulau Ryukyu dan Hamamatsu, Jepang pada 1945.
Usai PD II, HMS King George V mulai jarang dioperasikan dan dijadikan kapal latihan sampai akhirnya dipecah dan dijual pada 1957.
2. Bismarck
Sebagai kapal perang terbesar yang pernah dibuat Nazi Jerman, Bismarck memiliki reputasi yang membuatnya menjadi target utama bagi kapal-kapal lawan. Keterlibatan kapal ini sendiri dalam PD II tidak dapat dikatakan panjang. Meski begitu, banyak pihak menganggap bahwa kapal ini merupakan salah satu yang terbaik di Atlantik selama PD II.
Sebagai kapal terbesar angkatan laut Jerman, Bismarck dilengkapi dengan persenjataan yang mumpuni. Kemampuan persenjataannya dibuktikan dengan menenggelamkan kapal Inggris HMS Hood hanya dengan satu kali tembakan meriam utama.
Sayangnya, pengambilan keputusan yang buruk dari perwiranya menyebabkan riwayat kapal perang dengan kemampuan persenjataan yang begitu besar berakhir singkat.
Bismarck yang diluncurkan pada 1939 mulai beroperasi pada 1940 dan ikut ambil bagian dalam misi blokade pengiriman sekutu ke Inggris, Operasi Rheinubung pada Mei 1941.
Setelah menenggelamkan HMS Hood dan menyebabkan kerusakan parah terhadap HMS Prince of Wales, pada 24 Mei 1941, Bismarck menjadi sasaran pengejaran setidaknya selusin kapal Inggris.
Pada 27 Mei pengejaran tersebut berakhir dengan pertempuran antara Bismarck dengan dua kapal inggris HMS King George V dan HMS Rodney. Kerusakan yang dialami dari pertempuran tersebut dan pertempuran sebelumnya menyebabkan Bismarck karam, menewaskan hampir 2.000 orang awaknya.
1. USS Iowa
Kapal perang AS, USS Iowa mulai beroperasi pada 22 Februari 1942, bisa dikatakan merupakan kapal termuda di antara kapal-kapal dalam daftar ini. Meski begitu, kapal berbobot 45.000 ton ini memiliki peran cukup besar dan terlibat dalam beberapa operasi militer dan pertempuran pada PD II.
Pada Agustus 1943, USS Iowa dikirim ke Perairan Atlantik untuk menghadapi ancaman kapal Jerman, Tirpitz. Beberapa bulan kemudian kapal ini digunakan untuk membawa Presiden AS Franklin Roosevelt bersama beberapa pejabat AS lainnya ke Aljazair untuk kemudian menghadiri konferensi di Teheran, Iran.
Usai menjalankan misi tersebut, pada Januari 1944, USS Iowa dikirim ke Pasifik untuk ikut ambil bagian dalam serangan AS terhadap posisi-posisi pasukan Jepang termasuk misi di Saipan, Guam, dan Mariana. Kapal ini juga terlibat sebagai pendukung misi serangan udara ke Jayapura yang pada April 1944, dikenal dengan nama Hollandia dan berperan penting dalam berbagai operasi di Pasifik, sampai pernyataan menyerah dari Jepang dan berakhirnya PD II.
Usai PD II, USS Iowa terus aktif dalam operasi militer AS terutama pada Perang Korea pada 1951 hingga masa tugasnya diakhiri pada 1958. Setelah sempat diaktifkan kembali pada 1982, USS Iowa akhirya kembali di denonaktifkan pada 1990 dan saat ini dijadikan museum.



Versi.OKEZONE.COM